Selasa, 21 Oktober 2014
Sabtu, 11 Oktober 2014
Beam A*
Posted by Unknown
On 06.34
| No comments
Macam-Macam
Algoritma Pencarian
Permasalah pencarian adalah merupakan yang
sering dijumpai oleh peneliti bidang Kecerdasan Buatan. Permasalahan ini
merupakan hal penting dalam menentukan keberhasilan system kecerdasan buatan. Menurut
sumber, ada 3 bagian dalam metode pencarian.
Yang pertama adalah metode yang sederhana
yang hanya berusaha mencari kemungkinan penyelesaian. Metode yang termasuk
padabagian ini adalah dept-first search, hill climbing, breadth-first search,
beam search dan best-first search.
Yang kedua yaitu metode yang lebih kompleks
yang akan mencari jarak terpendek. Metode ini adalah British Museum Procedure,
Branch and Bound, Dynamic Programming dan A*. Metode-metode ini digunakan pada
saat harga perjalanan untuk mencari kemungkinan menjadi perhitungan.
Yang ketiga, yaitu beberapa prosedur/metpde
yang kita terapkan saat kita berhadapan dengan musuh. Prosedur ini adalah
minimax search, alpha-beta prunning. Metode ini banyak digunakan pada
program-program permainan seperti catur dsb.
Berikut merupakan bagan untuk Metode Searching:
Begitulah
bagannya.... tapi kali ini saya hanya akan berbagi tentang Beam A* saja..
monggo disimak.
Algoritma ini memberikan sedikit variasi pada A*,
yaitu dengan membatasi simpul yang bisa disimpan di dalam OPEN.
Ketika jumlah simpul di OPEN sudah melebihi batas tertentu,
maka simpul dengan nilai f terbesar akan dihapus. Sedangkan
jumlah simpul yang di dalam CLOSED tetap dibiarkan tanpa batasan
karena simpul yang di dalam CLOSED memang tidak mungkin
dihapus. Dengan membatasi jumlah simpul di OPEN, maka pencarian
menjadi lebih terfokus seperti sinar (beam). Sehingga variasi ini
dinamakan Beam A*.
Implementasi algoritma BA* sama dengan A* tetapi ada
sedikit fungsi tambahan untuk pengecekan dan penghapusan simpul terburuk diOPEN.
Algoritma Beam A* menggunakan dua senarai: OPEN danCLOSED.
OPEN adalah adalah
senarai (list) yang digunakan untuk menyimpan simpul-simpul yang pernah
dibangkitkan dan nilai heuristiknya telah dihitung tetapi belum terpilih
sebagai simpul terbaik (best node). Dengan kata lain, OPEN berisi
simpul-simpul yang masih memiliki peluang (peluangnya masih terbuka)
untuk terpilih sebagai simpul terbaik.
CLOSED adalah senarai untuk menyimpan simpul-simpul yang
sudah pernah dibangkitkan dan sudah pernah terpilih sebagai simpul terbaik.
Artinya, CLOSED berisi simpul-simpul yang tidak mungkin
terpilih sebagai simpul terbaik (peluang untuk terpilih sudah tertutup).
Terdapat tiga kondisi bagi setiap sukseror yang
dibangkitkan, yaitu : sudah berada di OPEN, sudah berada di CLOSED,
dan tidak berada diOPEN maupun CLOSED. Pada ketiga
kondisi tersebut diberikan penanganan yang berbeda-beda.
Jika suksesor sudah pernah berada di OPEN,
maka dilakukan pengecekan apakah perlu pengubahan parent atau
tidak tergantung pada nilai g-nya melalui parent lama
atau parent baru. Jika melalui parent baru
memberikan nilai g yang lebih kecil, maka dilakukan pengubahan parent.
Jika pengubahan parent dilakukan, maka dilakukan pula
perbaruan (update) nilai g dan f pada
suksesor tersebut. Dengan perbaruan ini, suksesor tersebut memiliki kesempatan
yang lebih besar untuk terpilih sebagai simpul terbaik (best node).
Jika suksesor sudah pernah berada di CLOSED,
maka dilakukan pengecekan apakah perlu pengubahan parent atau
tidak. Jika ya, maka dilakukan perbaruan nilai g dan f pada
suksesor tersebut serta pada semua “anak cucunya” yang sudah pernah berada di OPEN.
Dengan perbaruan ini, maka semua anak cucunya tersebut memiliki kesempatan
lebih besar untuk terpilih sebagai simpul terbaik (best node).
Jika suksesor tidak berada di OPEN maupun CLOSED,
maka suksesor tersebut dimasukkan ke dalam OPEN. Tambahkan suksesor
tersebut sebagai suksesornya best node. Hitung biaya suksesor
tersebut dengan rumus f = g + h..
Reference:
Jumat, 10 Oktober 2014
Kolaborasi Bluemix IBM dengan Code Politan
Posted by Unknown
On 08.36
| No comments
Halloooo… assalamu’alaikumwr.wb
Kali ini saya akan sedikit
bercerita tentang kunjungan seseorang…
siapa dia?? Jengjengjeng…
Di 9
Oktober 2014 di ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA, IBM Indonesia mengadakan workshop untuk
memperkenalkan dan membuat aplikasi dengan menggunakan layanan Cloud _nya yaitu
IBM Bluemix. Mereka juga didampingi oleh sebuah komunitas yang ternyata salah
satu anggotanya adalah Alumni ILKOM UPI… waaahhh pokpokpokpok (tepuktangan)
komunitas itu tak lain adalah Code Politan.
Bisa
dibilang, Bluemix ini merupakan platform yang menyediakan layanan kepada
pelanggan, starup, maupun perusahaan untuk mengatur aplikasi dan datanya
sendiri. Sedangkan infrastruktur seperti runtime , system operasi, jaringan,
server, penyimpanan, virtualisasi dan perangkat keras disediakan serta dirawat
langsung oleh IBM.
Tentunya
dengan adanya Bluemix ini starup maupun perusahaan tidak perlu repot dengan hal
pengaturan dan perawatan terhadap aplikasi dan menyimpan kode serta datanya.
Dalam Bluemix ini pun penggunanya dapat langsung mengedit kode aplikasi maupun
datanya secara langsung. Beberapa fitur yang terdapat padda Bluemix antara lain
:
-
Infrastruktur yang pintar
-
Keamanan
-
Pengembangan serta analisis data besar
-
Pengembangan serta uji coba aplikasi
-
Waston QA
-
Analisis sosial
-
M2M (mesin ke mesin) dan
-
Media
IBM Bluemix
merupakan layanan Cloud Computing terbaru yang dikembangkan oleh IBM. Cloud
Computing sendiri dibagi atas 3 bagian besar menurut layanan yang diberikannya,
yaitu:
1. IaAS (Infrastructure
as A Service), diamana penyedia layanan menyediakan infrastruktur yang kita
perlukan untuk membangun sebuah system seperti server, jaringan dll.
2. PaSS
(Platform as A service). Selain menyediakan infrastruktur , PaSS menyediakan
juga system operasi untuk mendukung pembuatan system yang diinginkan.
3. SaSS
(Software as A Service). Yaitu layanan yang menyediakan infrastruktur, platform dan perangkat lunak
yang bias langsung digunakan sesuai kebutuhan.
Nah, sesuai
apa yang disampaikan oleh Kak’ Icha (perwakilan dari IBM) bahwa Bluemix ini
hadir sebagai PaSS yang baru dan lengkap. Bluemix memiliki beragam fitur yang
tentunya akan membantu kita dalam mengembangkan aplikasi, khususnya web.
Berikut ini
merupakan fitur-fitur yang disediakan oleh Bluemix:
a. Sebagai
platform yang mudah digunakan , bahkan untuk pengembang-pengembang pemula.
b. Terdapat
pilihan runtime yang lebih banyak daripada hosting biasa.
c. Dapat
membuat monitor untuk aplikasi sesuai dengan kustomisasi yang dibutuhkan.
d. Mudah untuk
mengembangkan kode program, baik secara online atau secara offline.
e. Memiliki
standar Cloudfoundry untuk pengembangan aplikasi yang lebih luas.
f.
Multiplatform, didukung oleh bermacam system operasi.
Begitu
katanya sekilas yang dikatakan sama Kak’ Icha tentang Bluemix. Nah bagi
teman-teman baik pemula atau developer sejati, boleh tuh bergabung dengan
Bluemix IBM dengan cara Registrasi di www.bluemix.net
Minggu, 14 September 2014
Music Information Retrieval
Posted by Unknown
On 19.10
| 1 comment
Assalamu’alaikum Wr.Wb Akhi dan Ukhti J
Kali ini
saya akan bercerita tentang Music
Information Retrieval. Nah, sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang Information Retrieval terlebih dahulu. Information
Retrieval merupakan bagian dari computer science yang berhubungan
dengan pengambilan informasi dari dokumen-dokumen yang didasarkan pada isi dan
konteks dari dokumen-dokumen itu sendiri. Berdasarkan referensi dijelaskan
bahwa Information Retrieval merupakan suatu pencarian informasi (biasanya
berupa dokumen) yang didasarkan pada suatu query (inputan_user)
yang diharapkan dapat memenuhi keinginan user dari kumpulan
dokumen yang ada. Sedangkan, definisi query dalam Information Retrieval
menurut referensi merupakan sebuah formula yang digunakan untuk mencari
informasi yang dibutuhkan oleh user, dalam bentuk yang paling
sederhana, sebuah query merupakan suatu keywords (kata
kunci) dan dokumen yang mengandung keywords merupakan dokumen yang
dicari dalam IRS. Sebagai contoh adalah Aplikasi Music Information Retrieval.
Music Information Retrieval (MIR) merupakan sebuah bidang ilmu untuk
mengambil dan mengolah informasi dari file musik, dapat berupa metadata,
ataupun konten, seperti nada, melodi dan tempo. Music Information Retrieval
atau disebut juga dengan sistem temu balik informasi musik adalah sebuah sistem
yang digunakan untuk menemukan kembali (retrieve) informasi-informasi yang
relevan terhadap kebutuhan pengguna dari suatu kumpulan informasi musik secara
otomatis. Pada sistem temu balik informasi musik, koleksi informasi yang
digunakan berupa berkas musik dimana pengguna dapat memasukkan query untuk
mendapatkan informasi berkas musik yang relevan dari sistem. Musik memiliki
karakteristik yang berbeda dengan dokumen teks, sehingga pada sistem temu balik
informasi musik diperlukan proses pencarian dengan menggunakan algoritma khusus
yang berbeda dengan proses pencarian berbasis teks pada koleksi dokumen.
MIR(Music
Information Retrieval) adalah bidang kecil tapi berkembang penelitian dengan
banyak aplikasi dunia nyata. Mereka yang terlibat dalam MIR mungkin memiliki
latar belakang dalam musikologi, psikologi, studi musik akademis, pemrosesan
sinyal, pembelajaran mesin atau beberapa kombinasi dari semuanya. Menurut
referensi ada beberapa cara kerja dari MIR diantaranya sebagai berikut:
1.
Musik Otomatis
Transkripsi
Otomatis transkripsi musik adalah proses
mengubah rekaman audio ke notasi simbolik, seperti skor atau file MIDI sebagai
contohnya. Proses ini melibatkan beberapa
sub tugas, yang meliputi deteksi multi-pitch, deteksi onset, estimasi durasi,
identifikasi instrumen, dan ekstraksi informasi berirama. Tugas ini menjadi
lebih sulit dengan jumlah yang lebih besar dari instrumen dan tingkat polifonik
yang lebih besar.
2.
Kategorisasi Otomatis
Musik bergenre kategorisasi adalah tugas
bersama untuk MIR dan adalah tugas biasa untuk tahunan Informasi Music Retrieval
Evaluasi eXchange (Mirex). Teknik Mesin belajar seperti Support Vector Machines
cenderung tampil baik, meskipun sifat agak subyektif dari klasifikasi .
Klasifikasi potensial lainnya termasuk mengidentifikasi artis, tempat asal atau
suasana potongan. Dimana output diharapkan menjadi nomor daripada kelas,
analisis regresi diperlukan.
3. Pencarian Berdasarkan Query
File-file
musik yang jumlahnya jutaan telah disimpan di dalam database berdasarkan
kriteria yang telah ditentukan oleh perancang sistemnya. Telah dijelaskan
sebelumnya bahwa pada database seperti Musipedia misalnya, telah dilakukan
pengurangan-pengurangan material pada musik yang dirasa tidak berguna saat
pencarian, sehingga menyebabkan pencarian pada database tersebut lebih cepat.
Setelah file-file tersebut terkumpul, barulah pencarian file musik dapat
dilakukan berdasarkan kontennya. Pada umumnya pencarian file musik diawali
dengan pengambilan query sanpel audio. Metode perekaman sampel dapat
bermacam-macam, contoh yang tersedia adalah dengan cara merekam tuts keyboard
visual pada layar, contour search, flash piano, rhythm search, serta perekaman
dengan mikropon. Sampel-sampel audio tersebut kemudian akan diproses,
dianalisis, serta dikonversi menjadi deretan string. Kemudian algoritma
Knuth-Morris-Pratt baru bekerja pada tahap ini. Adanya kecocokan sampel audio
dengan sumber musik itu yang akan menjadi hasil pencarian tersebut, Dalam
persoalan ini, teks algoritma Knuth-Morros- Pratt akan menganggap file-file
sumber musik yang berada di database, entah itu karakteristiknya ataupun
langsung bit per but dari file tersebut.
4. Pencocokan String Sample Audio dengan File
Musik
Sampel
musik yang akan dicari file nya pada sumber akan dianalisis sesuai dengan karakteristik-karakteristik yang ditentukan oleh sistem pencarian tersebut.
Hasil ekstraksi tersebut yang nantinya akan menjadi pattern- pattern untuk dicocokkan dengan file
sumber. Kemudian barulah pada tahap ini dilakukan algoritma pencocokan string
Knuth-Morris-Pratt. Penggunaan algoritma pencocokan ini tidak baku untuk
penerapan pencarian file musik, namun pemilihan algoritma ini tergantung dari
perancang sistem itu sendiri. Dari analisis yang telah banyak dilakukan,
algoritma KMP memang relatif lebih cepat daripada algoritma lain dalam
menemukan pola dalam teks. Setelah pencarian string dalam pola musik MIDI
dilakukan, baru kemudian hasil pencarian tersebut dikirimkan kepada peminta
query. Hasil pencarian ini biasanya berupa metadata dari sebuah musik, misalnya
judul musik, artis, serta album.
Bagaimana
akhi dan Ukhti penjelasan dari saya tentang Music Information Retrieval? Sudah
merasa cukup dan puas? Ahhh janganlah merasa puas agar Akhi dan Ukhti lebih
Semangat lagi untuk mencari lebih dalam.
Terimakasih…….
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Reference:
Minggu, 04 Mei 2014
Terpenjara Dalam Waktu
Posted by Unknown
On 19.30
| No comments
(Sebuah Kisah tanpa Batas)
Disana
diujung lorong ruangan sempit, kutemui dirimu melangkah. Hampir disetiap
langkahmu kudapati rasa yang begitu yakin tanpa ada sedikitpun ragu. Kepalamu yang
seringkali menengadah keatas, tubuhmu yang begitu tinggi seringkali aku lihat
dilorong ruangan itu. Selalu aku menghitung waktu dan menatanya agar mampu
kulihat dirimu dalam waktuku.
Terkadang
pernah kudapati mata kita bertemu. Namun seringkali aku melempar pandanganku
berharap tak kau dapati aku sedang menatapmu. Entah mengapa saat mataku
menatapmu, selalu terjadi aliran darah yang tak pernah normal, jantung berdegup
tak seperti biasanya juga tulang tubuhku yang begitu kaku. Namun sering aku
berusaha menguasai diri untuk terlihat biasa saja saat kau berada di depanku
dan berbicara denganku.
Gayamu
yang terlihat begitu angkuh, membuatku merasa senang saat kau memanggil namaku.
Aku selalu merasa takut saat hatiku turut bicara bahwa “aku menyukaimu”. Entah apa
yang aku suka darimu. “Ya Allah, aku minta maaf karena berani menyukai makhluk
ciptaanmu yang satu ini. Maaf aku pernah menatapnya. Astagfirullah” itu yang
sering bibirku utarakan.
Seringkali
kau masuk ke dalam bunga tidurku. Mungkin karena aku terlalu sering
memikirkanmu. Mengapakah engkau? Mengapa engkau tak hadirkan semua asa dalam
nyata? Jika dirasa kaulah yang terbaik, izinkan aku tak pernah menghapusmu dari
asaku “tak akan pernah”. Namun, tidakkah kau bisa bersikap hangat? Kenapa hanya
padaku?
Aku
cukup tau diri untuk hal ini. Aku tau mana saja yang tergolong mungkin dan
tidak mungkin. Aku sebagai manusia bisa apa? Toh semua tergantung padaNya. Aku hanya
mampu membiarkan asaku berlabuh hingga akhirnya dia menepi. Kuserahkan asaku
padaMu. Biar Engkau yang mengarahkan kemana asaku kan menetap. Semoga saat itu
memang sempat, agar tak selalu terpenjara dalam waktu. Asaku kan berlabuh
disana dan akan menepi tepat pada hari itu dan untuk selamanya. Insya Allah J .
Dee-
Kamis, 01 Mei 2014
TRANSAKSI
Posted by Unknown
On 20.52
| No comments
TRANSAKSI
Transaksi adalah satu atau beberapa
aksi yang dilakukan program aplikasi untuk
mengakses atau mengubah isi basis data. Transaksi merupakan bagian dari
pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan
juga melakukan serangkaian perubahan data.
DBMS yang kita gunakan harus menjamin bahwa setiap transaksi harus dapat
dikerjakan secara utuh atau tidak sama sekali.
Tidak boleh ada transaksi yang hanya dikerjakan sebagian, karena dapat
menyebabkan inkonsistensi basis data.
Transaksi bertujuan unuk mencegah dari kehilangan ataupun
kerusakan data. Sebuah transaksi berpeluang untuk mengganggu integritas basis
data yang dapat membuat kondisi/hubungan antar data tidak seperti
seharusnya. Untuk menjamin agar integritas
dapat tetap terpelihara maka setiap transaksi harus memiliki sifat-sifat:
1. Atomicity, dimana semua operasi dalam transaksi dapat
dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali.
2. Consistency, dimana eksekusi transaksi harus dapat
menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
3. Isolation, jika pada sebuah sistem basis data terdapat
sejumlah transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi
yang dilaksanakan pada saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan
bisa berakhir.
4. Durability, dimana
perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir dengan baik,
harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem mati.
OPERASI TRANSAKSI PADA ORACLE
Didalam transaksi, terdapat dua buah operasi untuk menjaga
integritas dan ketahanan data, diantaranya dengan melakukan operasi commit dan
rollback.
è
Commit berfungsi untuk menandakan bahwa
transaksi telah selesai dilaksanakan.
è
Rollback berfungsi untuk memberitahukan bahwa
transaksi harus diulang karena adanya suatu kegagalan.
Untuk mencoba, mari ikuti langkah berikut:
1.
Connect dulu ke oracle. Dengan membuka Run SQL
command Line dengan user dan password yang kamu tuju.
2.
Buat sebuah table
create table dicoba(
id_coba
number
primary key,
nama
varchar2(20) not null
);
--buat sequence
create sequence seq_idcoba
increment by
1;
--input
tablenya
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'A');
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'B')
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'C');
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'D');
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'E');
dan teng teng jreng jreng inilah hasilnya. (haha
apasih gaje).
Oke sekarang kita ke langkah selanjutnya.
1.
Untuk mengetahui perbedaan Commit dan rollback,
coba langkah berikutSQL Command Line dengan latar yang berbeda.
2.
Setelah itu kamu pastikan keduanya login dengan
user yang sama, misalkan usernya itu Transaksi. Kalau udah, kita tampilkan dulu
data yang tadi kita buat sebelumnya dikedua SQL Command Line tersebut.
3.
Coba kamu
ketikkan
insert into dicoba
values
(seq_idcoba.nextval,'F');
pada command line yang pertama.
Lalu commit Run SQL Command Line yang
pertama setelah di insert into.
--untuk
menandakan bahwa proses telah selesai dilakukan
Commit;
--untuk kembali
pada proses yang telah di commit
rollback;
SAVE POINT
Save Point secara sederhana merupakan
sebuah titik aman, dimana kita telah menyelesaiakan satu atau beberapa
transaksi. Save point dianalogikan seperti sebuah check point saat kita bermain
game (aku sih lebih suka menyebutnya dengan penandaan). Fungsi dari save point adalah supaya pada
saat kita ingin rollback atau ada transaksi yang gagal, transaksi tidak
berjalan dari awal kembali, tetapi dari save poin yang telah kita buat. Untuk membuat sebuah save point, caranya
adalah :
SAVEPOINT [nama save point];
Missal:
Savepoint a;
Setelah dibuat save pointnya kita dapat
rollback ke save point tersebut dengan cara :
ROLLBACK TO[nama save point];
ISOLASI TRANSAKSI
Dalam transaksi database, ada 3 hal yang
harus dicegah yaitu.
a.
Dirty
Read Transaksi membaca data dari hasil transaksi lainnya yang gagal. Kedua
transaksi tersebut berjalan bersamaan.
b.
Non-Repeatable Read Transaksi membaca ulang
data yang telah di baca sebelumnya karena data tersebut telah di modifikasi
oleh transaksi lainnya.
c.
Phantom Read Transaksi membaca sebuah data yang
telah hilang akibat dari transaksi yang lainnya.
Untuk mencegah 3 hal tersebut, maka dalam
Oracle terdapat 2 level isolasi yang dapat diimplementasikan, yaitu :
a.
Read
Commited Transaksi hanya dapat
melihat perubahan data setelah transaksi lain telah commit pada data tersebut.
(Seperti dalam contoh commit)
b.
Serializable Adalah level isolasi yang menyediakan isolasi
transaksi yang paling ketat. Level ini mengemulasikan eksekusi transaksi secara
serial, menjadikan transaksi dieksekusi satu setelah yang lainnya,seperti
secara serial, bukan secara bersamaan (pararel). Tetapi aplikasi yang
menggunakan level isolasi ini harus bersedia untuk mengulangi transaksi
dikarenakan kegagalan pengserialan transaksi. Saat transaksi berada pada level
serializable, sebuah query SELECT hanya melihat data yang di COMMIT sebelum
transaksi di mulai; transaksi tersebut tidak akan pernah melihat baik data yang
belum di COMMIT atau perubahan data yang terjadi selama eksekusi transaksi oleh
transaksi lain yang berjalan pada waktu bersamaan (e.g. saat transaksi ini
berjalan, ada transaksi lain yang melakukan COMMIT pada data). Jika pada
transaksi dengan level isolaso Serializable mengandung DML (Data Manipulatin
Language) yang mencoba untuk meng-update suatu data yang mungkin sudah di
update pada sebuah transaksi yang belum di commit pada awal transaksi
Serializable, maka perintah DML tersebut akan gagal. Untuk mengaplikasikan level isolasi
Serializable, adalah dengan menggunakan perintah :
SET TRANSACTION ISOLATION LEVEL SERIALIZABLE;
Isolai level ini mencegah terjadinya Phantom Read.
LOCKING PROTOCOL
Pada transaksi database, dikenal istilah locking
yang berfungsi untuk menjaga integritas data. Terdapat dua buah metode locking
yaitu :
a.
Shared
Lock (S-LOCK) Jika transaksi memiliki
shared lock pada suatu data, transaksi tersebut hanya bisa melakukan pembacaan.
b.
Exclusive Lock (X-LOCK) Bagi transaksi yang memiliki exclusive lock
pada suatu data, transaksi tersebut dapat melakukan perubahan dan pembacaan
terhadap data tersebut.
Untuk shared lock, dapat dimiliki oleh
beberapa transaksi dalam satu waktu, namun untuk exclusive lock, hanya dapat
dimiliki oleh satu transaksi pada satu waktu.
PENGUNCIAN LEVEL TABEL
Penguncian yang berfungsi untuk mengunci
suatu tabel untuk mencegah perubahan atau penghapusan tabel selama ada
transaksi yang menggunakan tabel tersebut.
Untuk melakukan perintah penguncian tabel, adalah sebagai berikut.
LOCK TABLE [nama tabel];
PENGUNCIAN LEVEL BARIS
Penguncian yang dilakukan pada baris (ROW)
yang sedang digunakan oleh suatu transaksi sampai transaksi tersebut selesai
dilakukan. Penguncian level baris hanya berlaku untuk operasi UPDATE dan
DELETE.
DEADLOCK
Merupakan situasi dimana dua atau lebih
transaksi dalam kondisi wait-state, satu sama lain menunggu Lock dilepas
sebelum di mulai
Rachmi Mulyani || 1200550 || c2
Rachmi Mulyani || 1200550 || c2
Langganan:
Postingan (Atom)

